Sering kali, aku bertanya dalam hati, kenapa aku gak seperti orang lain ? kenapa gak punya apa yang dia punya ? kenapa gak punya hidup seenak dia ? kenapa gak makan seenak yang dia makan ? kenapa dilahirkan seperti ini ?Kenapa ??????
tapi . . .
semuanya terjawab sudah ketika papa ajak aku jalan-jalan ke sebuah panti asuhan di sudut kota Medan . Di sana aku mulai menyaksikan mirisnya kehidupan. Aku mulai melayang membayangkan bagaimana jika aku memiliki nasib seperti mereka. Pakaiannya tidak sebagus yang aku pakai,bahkan bisa dikatakan tidak layak pakai. Saat mereka makan, lauknya pun sangaaaatttt sederhana. Yaa, makanan umat sejagat, Indomie. Tapi dibalik semuanya, canda tawa mereka sangat tulus saat kebersamaan itu ada.
Sebenarnya, aku bingung kenapa papa ajak aku ke sana.Sebernarnya tujuan aku mau berlibur, tapi kok ajak ke panti asuhan.Di situ, papa mulai ajarin aku untuk mensyukuri hidup yang telah diberi Tuhan kepadaku. Aku mulai membuka mata hati, melihat yang lemah terluka.Meski masih kecil, mereka tidak sekolah. Tetapi mengamen, demi mengisi perut sejengkal itu. Jelass saja, aku langsung memberi sumbangan dari aku meski papa udah menyiapkan sumbangan.
Nah, teman . . .
bagaimanapun keadaan kita sekarang kita harus syukuri itu. Karena masih banyak orang yang nasibnya lebih miris daripada kita
# SYUKURI SEMUANYA YAA
INGAT AJA, TUHAN SAYANG SAMA KAMU
tapi . . .
semuanya terjawab sudah ketika papa ajak aku jalan-jalan ke sebuah panti asuhan di sudut kota Medan . Di sana aku mulai menyaksikan mirisnya kehidupan. Aku mulai melayang membayangkan bagaimana jika aku memiliki nasib seperti mereka. Pakaiannya tidak sebagus yang aku pakai,bahkan bisa dikatakan tidak layak pakai. Saat mereka makan, lauknya pun sangaaaatttt sederhana. Yaa, makanan umat sejagat, Indomie. Tapi dibalik semuanya, canda tawa mereka sangat tulus saat kebersamaan itu ada.
Sebenarnya, aku bingung kenapa papa ajak aku ke sana.Sebernarnya tujuan aku mau berlibur, tapi kok ajak ke panti asuhan.Di situ, papa mulai ajarin aku untuk mensyukuri hidup yang telah diberi Tuhan kepadaku. Aku mulai membuka mata hati, melihat yang lemah terluka.Meski masih kecil, mereka tidak sekolah. Tetapi mengamen, demi mengisi perut sejengkal itu. Jelass saja, aku langsung memberi sumbangan dari aku meski papa udah menyiapkan sumbangan.
Nah, teman . . .
bagaimanapun keadaan kita sekarang kita harus syukuri itu. Karena masih banyak orang yang nasibnya lebih miris daripada kita
# SYUKURI SEMUANYA YAA
INGAT AJA, TUHAN SAYANG SAMA KAMU

gimana teman-teman ????
kalian harus syukuri apa yang ada pada diri kalian ya
iya
kita harus tetap bersyukur
berasa sedih baca cerita di atas
:(